Saturday, November 28, 2009

stres.


Akhir-akhir ini kelabu. Kalau nggak hujan, ya mendung... Hari-hari yang panas membara kayaknya udah selesai seiring dengan makin mendekatnya Desember (dan itu juga berarti semakin mendekatnya UAS!) -___-..

Beberapa hari ini gue mimpi aneh: ngeliat gurita raksasa, naik motor keliling Pulau Jawa, sampai tidur dikelonin Christian Bale... Mungkin mimpi itu berhubungan dengan mood kali ya? Baru minggu lalu gue sadar kalau nilai UTS gue berantakan dan nggak ada yang nilainya lebih dari 60.. Ditambah kenyataan kalau target jadi Sarjana Hukum dalam waktu 3,5 tahun ternyata harus molor hingga (bisa-bisa) 4,5 tahun.... I THINK I'M GONNA DIE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! What should I tell Mommy?????

So.... Sorry for the fucking lack of updates... there's a hell of things to do lately @@..
Saat ini gue lagi megang satu acara yang diadakan organisasi kampus gue (UPM - Unit Penelitian Mahasiswa), yakni mengenai penelitian forensik yang dinamakan DE.A.D "Detective At the Day: Behind The Death".... Dan jadi ketua acara itu susah-susah gampang, kebanyakan susahnya. Walau demikian gue bersyukur bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkinerja bagus, walaupun masih ada beberapa yang belum maksimal.. Acara ini akan diadakan di kampus gue, rencananya somewhere di Maret 2010...^^ DE.A.D jelas-jelas menguras tenaga dan pikiran gue. Semua proposal, baik untuk pihak kampus, sponsor dan calon-calon pembicara harus masuk ke gue dulu sebelum bisa disebar. Belum lagi ditambah tugas-tugas kuliah yang numpuk dan menjerit-jerit minta diselesaikan.... Sebagai tambahan, rutinitas kampus dengan segala kebrengsekan di dalamnya, bikin gue susah ber-quality time dengan teman-teman. Sekalinya mau ketemu, they're away with familes or boyfriends!! -__-... Semuanya serba susah. Mau ngobrol pun sulit. Rutinitas masing-masing bikin jauh..

Bokap : "Is Wei Ta coming here?"
gue : "Nope. He is busy with work and assignments."

It was yesterday.


Today:
Bokap : "Is Wei Ta come today?"
gue : "Uh... I don't know. With him, its all depends.."


Yep. I need some fresh air. Some good books. And maybe more time to do multitasks.
Please excuse me for the pathetic update. I'll write better the next time I update...

Have a great weekend everyone!! :)

Saturday, November 14, 2009

-Arson "words written in the blood"-

Here it is a beating heart inside the same blood covered box
Here is every word, every bleeding knife, from your deceiving hands
Here is every word written in blood
Here it is a beating heart
Forgive me for thinking you were real,
Forgive me for thinking this was real...
You fuckin' liar I hope your life is a living hell.
I hope that everytime you breath you suffer

Kill yourself
Here is every word written in blood
I hope your life is a living hell

Wednesday, November 4, 2009

westlife.



Day after day time pass away
And I just cant get you off my mind
Nobody knows I hide it inside
I keep on searching but I can't find

The courage to show, to letting you know
I've never felt so much in love before
And once again I'm thinking about
taking the easy way out

But if I let you go I will never know
What my life would be holding you close to me
Will I ever see you smiling back at me?
How will I know if I let you go?

Night after night I hear my self say
Why cant this feeling just fade away?
There's no one like you,
you speak to my heart
Its such a shame we're worlds apart

I'm too shy to ask, I'm too proud to lose
But sooner or later I've got to choose
And once again I'm thinking about
taking the easy way out...

But if i let u go I will never know
What my life would be holding you close to me
Will I ever see you smiling back at me?
How will I know if I let you go?

Sunday, November 1, 2009

land it safe, fellas.


Pernah ga sih... Kita sudah mempersiapkan segala sesuatu, memikirkan semua kemungkinan terburuk, kemudian menjaga bathin kalau2 hal tersebut beneran terjadi.... tapi kemudian, di momen saat hal yang terburuk itu kejadian, ternyata kita malah nggak siap... Kayaknya ini cerita lama, dimana gue ketemu teman-teman yang sudah sejak lamaaaa banget mempersiapkan perasaan/batin mereka saat akan menghadapi "kemungkinan terburuk", dan seperti yang gue bilang: saat akhirnya yang terburuk itu bener2 kejadian, mereka malah nggak siap.

Kayaknya ada yang salah disini. Memang, yang namanya perasaan itu kayak laut, dalemnya ga bisa diukur, cuma bisa di kira-kira. Kita pikir perasaan kita bakal sanggup ngatasin sesuatu yang buruk itu tapi pada kenyataannya ga bisa. Lantas, kita jadi kecewa sama diri sendiri dan timbul penyesalan. Heartache.

"Gue udah sejak lama tau hari itu akan datang, tapi saat hari itu tiba... ternyata gue ga siap." Seberapa sering gue mendengar kalimat itu keluar dari teman-teman gue, seberapa sering gue ngerasa kalau "masa depan" adalah sesuatu yang ga pasti, dan "perasaan" ibarat main petak umpet, kita cuma bisa mengira-ira dimana, dan bagaimana, kita bisa menemukan kebahagiaan tetapi yang ditemukan adalah kesedihan.


Salah satu motto hidup gue adalah "hope for the best, prepare for the worst", dan itulah yang selalu gue coba aplikasian dalam keseharian gue. Kita ga boleh berhenti berharap, bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya, tapi di satu sisi kita juga harus mempersiapkan apabila yang terjadi diluar rencana/kehendak kita. Kalau ternyata apa yang telah kita persiapkan meleset dari perkiraan kita, bahwa ternyata kita ga siap... mungkin itu karena kita terlalu menganggap enteng esensi dari sebuah perasaan itu...

Tapi di akhirannya, gue percaya, "time always heal the pain".

Be safe, fellas. :)

Wednesday, October 28, 2009

reality bites: the wake up call.


Someone told me: "your blog are getting depressed each day!" XD

Honestly.... I'm too busy recently, it really squeeze the ghost out of me...-___-.. And too tired also, that I encountered a bad argument with my brother and he said a thing that really hurts me.. But anyway.... Emang akhir-akhir ini gue sibuk banget, sampe kadang ga sempet online cukup lama selain buat update status facebook doang (amat sangat ga penting)... Selalu ada aja yang harus dikerjain, seperti tugas-tugas dari dosen hukum yang hobi banget kasih tugas panjang-panjang, berhubung fakultas hukum erat kaitannya dengan kata "analisis" ~__~.

Seminggu belakangan ini gue udah berpikir baik-baik: i have to sober things up. Which mean, gue harus mikir dan mulai menatap "masa depan" gue, seperti yang tiap hari nyokap teriakin di telinga gue... ughh. Well... ada benernya juga apa yang dikatakan nyokap selama ini.. Walaupun gue bukan tipe anak yang ladies night dan wikend pergi clubbing, atau yang tiap minggu pasti ngetem di Mall... tapi gue anak yang males. Lebih suka molor, atau bengong di rumah. I have to change that... Entah kenapa, gue ngerasa waktu gue udah nggak banyak lagi. Januari tahun depan gue udah umur 22. Gue belum punya tujuan hidup yang bener-bener "REAL", selain jadi pramugari dan keliling dunia, atau kabur ke Inggris dan merit sama Pangeran William, atau seengganya tewas dengan sukses di pelukan Christian Bale. Mungkin suatu hari nanti gue akan bangun dan sadar, betapa banyak waktu yang udah gue sia-siain, dan saat itu gue udah jadi nenek tua berkarat.

Orang tua gue selalu bilang: "Jalan lu masih panjang, jangan puas dengan apa yang ada sekarang." Well... I have my own weaknesses. Something I have to defeat... its like a war within myself. huhuhu. Gue memulainya dengan memikirkan apa yang terbaik buat diri gue: belajar untuk kerja, terus lepas semua atribut yang mencermin ke"tidak jelas"an gue... hiks.

Coba kalau kita bisa milih kita mau punya hidup yang kayak gimana sejak lahir, pasti enak banget. Lahir dikeluarga yang aristokrat, bisa sekolah diluar negeri tanpa pusing biaya, bisa bebas ekspresiin diri tanpa harus di caci maki begitu pulang ke rumah, terus begitu udah gede langsung dapet suami tajir, baik hati dan setia serta tampan bagaikan :


christian bale-ku sayang.... ahh..
*heart melts*


Kalau ngomong "realita" berarti dalam kamus idup gue juga harus ngomongin "Hal-hal yang ga bisa gue dapet dalam idup ini" (gila, ngenes bener ngetiknya!) hahahahaha.. Dan salah satu hal yang nggak gue dapet (dengan mudah) dalam idup ini adalah: memuaskan nafsu birahi gue akan dunia fotografi. Udah beberapa waktu belakangan ini, gue juga jadi balik ke penyakit lama: ngeliatin kamera. Mungkin gue udah terjangkit kamerameningitis kali ya, penyakit jenis baru yang menimpa orang-orang penyakitan yang selalu horny liat kamera SLR. Berat rasanya tiap kali inget harus nabung dua tahun full dulu buat beli kamera SLR, itupun nabung uang jajan, berhubung belum kerja... hiks.

Biasanya sih gue ga suka jenis fotografi yang tipikal "beauty photo" karena menurut gue ga ada seninya. Tapi begitu liat foto dibawah ini, gue langsung lumer :


Song Hye Kyo.
my korean idol. she's so perfecto...

(and i want that nose!!!)



Sementara dibelahan dunia lainnya..........

your blogger...


Sumpah deh....... I hate the reality.

Monday, October 19, 2009

Aneh rasanya. Dulu kita berteman cukup erat. Terpisah lima tahun dan menjalani hidup masing-masing, bertemu banyak orang dan mungkin jarak yang memecah kita. Gue baru sadar.... sedih rasanya mengetahui perasaan kita tak lagi sama. Mungkin gue yang berlebihan. Tapi please... alasan "karena kita punya pasangan masing-masing dan kehidupan berbeda" bukan berarti kita tidak bisa saling bertukar cerita.

Kalau sudah begitu, maka kita bukan lagi "teman".

Wednesday, October 14, 2009

sesuatu tentang "dia".

Obsesi.


OBSESI..



O-B-S-E-S-I.


Menurut kamus besar bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan "obsesi" itu adalah gangguan pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan. Sejak bulan pertama tahun ini, pikiran gue ga bisa lepas dari seseorang yang selalu gue cari, gue salahin, dan gue rendah-rendahkan... Entah kenapa, saat memikirkan dia terasa nyaman, karena dia adalah suatu bentuk segala rasa tidak suka gue akan diri "seseorang". Entah bagaimana caranya, akhirnya gue menemukan segala bentuk ketidaksukaan gue; segala rasa dengki dan iri hati gue pada diri... dia.

Sunday, October 4, 2009

midnight crave.

There were times, very long ago, times in which I doubt you so much....
Hell yeah, I doubt myself too, greater and more even than you can think of.
I stare at my computer screen, how long it has been?
I cannot recall your voice, not even your face.
All of you was drawn as sadness... the hopes I never fit in.

You never know how good I was,
nor how kind-hearted I am as a person...
But maybe you do, I don't give a damn fuck about it,
I am a fool after all.
Hopes are something I am afraid of, the white lies whispered to my ears.
The papers of life that we have, it makes me insecure,
I cannot promise a thing,
an ignorant, selfish, young careless ego, jobless bitch...
It have been very.... pitiful.
sometimes I even think about her.
Yes, I think about her, when I see you laugh and read your text.

That goddess.


And suddenly, I will be.... no one.

Never be as good as her.

Friday, September 18, 2009

menjadi sempurna, atau tidak sama sekali.

Gue ga pernah ngerti seperti apa definisi "orang jahat" pada setiap individu. Karena definisi itu sendiri berubah-ubah seiring berbedanya orang yang ditanya. Mungkin, "orang jahat" itu adalah orang yang punya pemikiran berbeda dari kita: baik itu beda secara sudut pandang maupun berbeda dari bagaimana dia mengaplikasikan apa yang menurut dia seharusnya terjadi dalam kehidupannya sehari-hari.. Yang pasti, baru kali ini gue ketemu dengan satu orang yang dianggap sebagai tokoh antagonis oleh banyak pihak. Baik akibat kemampuannya dalam bermulut manis, kemudian menyerang secara mendadak, entah itu dari belakang maupun melalui celah yang dikoreknya secara hati-hati saat berhadapan dengan "musuhnya"... maupun dari bagaimana dia menulis skenario yang begitu rupa sehingga kami menjadi bidak-bidak caturnya dalam skenario yang nyaris tanpa cela. Begitu mudahnya dia memecah belah atas dasar cinta, begitu mudahnya dia bercokol dengan dalih pengabdian. Layaknya Mussolini yang wajahnya terpampang gagah di setiap sudut Milan, itulah dia bagi kami. Sosok yang menanamkan cakarnya dalam tiap penghidupan kami di komunitas ini...

Dan gue belum pernah bertemu dengan orang yang demikian "terhormatnya" dalam suatu komunitas, demikian "gagahnya" bercokol dalam setiap urat nadi melalui skenario masterpiecenya, yang membuat kami seperti sapi perahan siap digiring kemanapun si penulis berkenan...

Semuanya menimbulkan sebuah pertanyaan: siapa yang dapat dipercaya?

Betapa sering gue membaca mengenai penguasa gendut yang mementingkan kepentingan pribadi (atau golongan), yang memupuk terus pundi-pundi ego, tapi baru kali ini gue berdekatan dengan sosok atau tokoh seperti itu dalam kehidupan nyata.. Memang, gue masih hijau. Gampang terbawa emosi sehingga salah dalam bertindak... Meski demikian ada nilai-nilai lain yang gue pegang, yang menurut gue lebih berharga melebihi emas perak maupun penghormatan, yakni: kerja keras, bukti melalui tindakan, kesetiaan pada sahabat, cinta yang tulus, dan pengabdian tanpa kata.

Sebagai manusia kita tidak sempurna. Pujian memang menyesatkan: kelak seseorang akan tersesat dalam labirinnya. Mungkin Tuhan tak sengaja meneteskan madu ke bibirnya saat menciptakan dia... Apapun itu, gue berterima kasih dipertemukan dengan orang semacam ini, sehingga gue bisa belajar lebih banyak: bahwa ada banyak tipe manusia di dunia. Orang yang bermulut manis sekalipun menyimpan racun mematikan dibalik kata-katanya. Lebih baik orang tolol yang tidak bisa apa-apa sehingga dapat dikatakan pengecut, ketimbang pendekar dengan laga mahasakti tapi ternyata isinya kosong melompong.

Thursday, September 3, 2009

senssssassssionaaal.



Tim Penerimaan Anggota Muda UPM.


mbak Mega dan mas Dhani...
para sepuh dan living legend UPM... = )


duo maut! XD

Irene dan Elisa :D

Ricky, me, Nita ^^

Gue lagi digigitin nyamuk sambil mandangin facebook. Bingung mau ngapain waktu darah disedot-sedot nyamuk =( Kemarin gue udah menunaikan tugas gue sebagai Tim Seleksi calon anggota baru UPM tahun 2009 hehehhe.... Capek, tapi lega banget. Setelah dua minggu menguras tenaga dan suara, akhirnya kepilih 50 calon anggota yang akan dilatih minggu depan di Puncak, dan ke 50 calon anggota muda ini lolos seleksi (melalui wawancara) dari 150++ orang yang mendaftar :)

Ada kejadian luarbiasa waktu kita wawancara hari terakhir... kenapa gue bilang luar biasa, karena kemarin pas wawancara hari terakhir terjadi gempa bumi berskala 7,9 richter yang menggucang hampir seluruh pulau Jawa....

Waktu kejadian berlangsung, gue dan empat rekan UPM lainnya (Mega, Dhani, Ricky, Irene) lagi berada di gedung paling depan kampus kita, gedung yang notebene Bangunan-Kuliah-Sementara yang terbuat dari rangka besi dan kayu. Saat gempa terjadi, gue, Ricky dan Irene lagi wawancarain mahasiswa baru, pas gue mendadak ngerasa kok ruangan kayak geter2 yak... Tapi gue belum nyadar kalo itu gempa. Gue diem aja, dan rekan-rekan gue yang lain juga kayaknya belum ngeh. Cuma si mahasiswa baru yang keliatannya agak gelisah sambil ngeliatin infocus yang terpasang di atep (infocusnya geter2 kayak mau jatuh).

Terus, gempanya makin kenceng, sampe kursi-kursi ikutan goyang.

mahasiswa baru: "Kak, gempa nih, gempa...!"
gue, Ricky, Iren: ". . . . . . . . . . ." --> masih duduk aja kaya kambing congek.
mahasiswa baru: "Kak, GEMPA NIHH!!!!"
gue : "Wah, ada gempa kok kita masih asyik wawancara yak??"

Pas saat itu Dhani lari ke jendela, terus bilang, "Yang lain pada ngungsi tuh!"
Gue ikutan jalan ke jendela dan bener aja.... Lorong dipenuhi mahasiswa yang pada lari keluar. Begitu ngeliat mahasiswa dibawah lagi lari-lari, gue ikutan ngambil tas terus keluar ruangan sama yang lain. Untung aja ruangan tempat kita lagi wawancara tepat di depan tangga. Jadi kurang dari semenit kita udah berdiri di luar, mandangin gedung yang geter2 karena gempa...

30 menit sebelum gempa terjadi... (beneran!)

Begitu gempa mereda, kita sempet balik ke ruangan buat ngelanjutin wawancara. Sempet kita pikir mahasiswa-mahasiswa baru pasti takut nih gara2 gempa mereka jadi males wawancara. Mana kita wawancara di gedung yang nggak permanen pula.... Tapi ternyata, beberapa dari mereka tetap nongol walaupun telat... Gue sama Mega sempet jalan-jalan ngunjungin bagian lain dari kampus beberapa menit setelah gempa. Berhubung kampus gue agak kurang memperhatikan keselamatan warganya, konon katanya gedung iconal di kampus gue sampe nggak bisa dipakai tangga daruratnya, alias saking penuhnya mahasiswa dan dosen yang lari lewat tangga darurat, tangganya sampe nggak muat =( Emang sih negara kita kurang bisa menjaga dan memperhatikan keselamatan warganya... Jadi untuk yang kayak gini-gini proses evakuasinya kurang banget :(

Gue dan yang lain sempet cerita2 gitu pas kita ngumpul malemnya buat evaluasi para calon2 anggota baru yang udah diwawancarain. Lucunya, gue dan empat teman UPM gue yang lain awalnya nggak nyadar kalo gempa tengah berlangsung. Ricky malah awalnya kira dia mau pingsan karena kurang makan XD dan gue pikir gue lagi ngimpi ngeliat kursi geter2 sendiri.... huhuhu... ngomong-ngomong soal Ricky, pas kita lari keluar gedung waktu gempa lagi kenceng-kencengnya, ni anak malah sempet2nya nyelametin lembar penilaian sama bolpen yang tergeletak di meja, disaat yang lain udah lupa sama barang2nya hehehe x)

Tapi pas pulang, bokap gue bilang saking gedenya tu gempa, banyak orang yang meninggal gitu akibat keruntuhan gedung =____=. Gue bersyukur banget bangunan non permanen tempat gue dan teman2 gue berada nggak roboh.... Hufff.. -___- Turut berbelasungkawa buat orang2 yang meninggal akibat gempa kemarin :S

Aduh nyamuknya makin banyak huhuhuhuu... T__T
goodnight, everyone.... :)